Gubernur NTT Turun Langsung ke TPK Kupang, Tegaskan Tak Boleh Ada Kenaikan Harga
EKONOMI MAKROEKONOMI MIKROKEBIJAKAN PEREKONOMIAN DAN SDA
Emilio Langobelen, S.Tr.Ak
1/11/20263 min read


Kupang (10/01) – Terminal Peti Kemas Kupang mengkonfirmasi adanya kepadatan di dalam area terminal peti kemas khususnya pada layanan delivery atau pengambilan peti kemas untuk dibawa keluar terminal. Hal itu disebabkan adanya kerusakan pada 3 unit alat rubber tyred gantry crane (RTG) yang beroperasi di area tersebut sejak tanggal 7 Januari 2026. Hal itu memicu terjadinya antrean panjang truk dari luar TPK Kupang yang akan melakukan kegiatan delivery. “Terdapat 5 unit alat pada area tersebut, 3 unit diantaranya mengalami kendala sehingga tidak dapat digunakan secara optimal. 2 unit yang lain masih dapat beroperasi dengan baik,” kata Terminal Head TPK Kupang Andhik Kristianto, Sabtu (10/01).
Dalam hal mengatasi permasalahan yang ada, TPK Kupang telah melakukan penambahan 2 unit alat jenis reach stacker (RS) untuk mendukung kegiatan proses delivery. Selain itu, percepatan perbaikan juga dilakukan dengan menambah jumlah mekanik yang diterbangkan langsung dari Surabaya dan Balikpapan. TPK Kupang memastikan kegiatan delivery dan aktivitas operasional lainnya tetap berlangsung.
Faktor lain yang mempengaruhi kepadatan di TPK Kupang adalah tingginya permintaan delivery pasca libur Natal dan tahun baru. Sejak tannggal 6 Januari 2026, Sejumlah pergudangan, aktivitas perkantoran, dan distribusi barang di Kupang mulai aktif. TPK Kupang juga tengah menyiapkan skema kompensasi atas dampak adanya kendala di terminal peti kemas.
“Waktu pemulihan kurang lebih 1 minggu, alat akan siap beroperasi secara bertahap, dan komitmen Pelindo Terminal Petikemas Kupang untuk perawatan dan pemeliharaan alat,” tutup Andhik
Menganggapi hal tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Timur bersama sejumlah pemangku kepentingan melakukan inspeksi ke TPK Kupang, Sabtu (10/01) pagi. Gubernur NTT Melky Laka Lena menekankan kendala yang terjadi agar tidak menimbulkan inflasi di wilayahnya. Untuk itu Gubernur NTT meminta kepada para pemangku kepentingan dan pengusaha untuk tidak memanfaatkan situasi yang ada untuk menaikkan harga barang di NTT.
“Pelindo, pelayaran, pengusaha, dan pihak-pihak lain saya minta untuk tidak menaikkan tarif atau tambahan biaya apapun untuk menjaga stabilitas harga barang,” tegasnya.
Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) NTT David Ongko Saputra, menyampaikan harapan adanya penambahan alat baru untuk TPK Kupang. Atas harapan tersebut Gubernur NTT menyebut akan membantu berkoordinasi dengan Komisi V DPR RI dan Danantara.
“Arus barang terus meningkat, harapan kami ada penambahan peralatan untuk mendukung kegiatan peti kemas,” tutup David.
Dengan adanya Upaya perbaikan yang dilakukan TPK Kupang, diharapkan agar harga-harga komoditas yang di impor dari luar tidak mengalami kenaikan dan tidak menimbulkan inflasi di daerah NTT.
Dengan adanya Upaya perbaikan yang dilakukan TPK Kupang, diharapkan agar harga-harga komoditas yang di impor dari luar tidak mengalami kenaikan dan tidak menimbulkan inflasi di daerah NTT.
#TPKKupang #Inflasi #NTT
