Jelang HBKN Nyepi dan Idulfitri 1447 H, Pemprov NTT dan TPID Sidak Pasar Pastikan Stok dan Harga Tetap Stabil

ANALIS EKONOMI MIKRO DAN MAKROEKONOMI MAKRO

Darcencia Harun

3/14/20263 min read

Kupang, 12 Maret 2026 – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idulfitri 1447 H, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT melakukan inspeksi mendadak (sidak), kamis (12/03/2026) guna mengantisipasi ketersediaan stok, stabilisasi harga serta kelancaran distribusi bahan pokok.

Sidak dilakukan di Pasar Ikan (PPI) Oeba dan Pasar Kasih Naikoten. Sidak ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johanis Asadoma. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Adidoyo Prakoso, Kepala Dinas Perikanan Sulastri Rasyid, Kepala Dinas Peternakan John Oktovianus, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Soni Libing, Kepala Dinas Sosial Kanisius Mau serta perwakilan Polda NTT dan Kejaksaan.

Di Pasar Ikan Oeba, Wakil Gubernur meninjau langsung aktivitas perdagangan serta perkembangan harga berbagai jenis ikan yang dijual oleh para pedagang. Ia juga berdialog dengan para Pedagang guna mendengar secara langsung kondisi yang mereka hadapi dilapangan. Para pedagang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaiakan aspirasi dan harapan mereka kepada pemerintah daerah, khususnya terkait peningkatan fasilitas pasar.

Salah satu pedagang ikan sekaligus Ketua RT setempat, Reni Muskanan, menyampaikan sejumlah keluhan terkait kondisi pasar yang dinilai sudah tidak layak. Ia menjelaskan bahwa atap bangunan pasar banyak yang bocor sehingga menyulitkan pedagang saat musim hujan. Selain itu, para pedagang juga membutuhkan fasilitas CCTV karena sering terjadi kehilangan ikan. Para pedagang juga berharap adanya perbaikan instalasi listrik, penyediaan air bersih, serta penataan sistem pengelolaan sampah. Reni juga menyoroti kondisi akses jalan menuju lokasi pasar yang rusak, padahal aktivitas ekonomi di pasar tersebut cukup besar. “Uang yang berputar di sini bisa miliaran rupiah setiap hari. Karena itu kami harap ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki fasilitas pasar dan akses jalan masuk ke sini,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wagub Johni Asadoma menyatakan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti berbagai keluhan yang disampaikan para pedagang. “Apa yang disampaikan oleh para pedagang sudah kami dengar dan tentu akan menjadi perhatian pemerintah untuk ditindaklanjuti,” tegasnya. Terkait kenaikan harga beberapa komoditas, khususnya ikan, Wagub menjelaskan bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi cuaca buruk yang membuat nelayan sulit melaut. Meski demikian, ia menilai kenaikan harga masih dalam batas wajar.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) turut meninjau fasilitas cold storage milik PT HJC Seafood yang berada di kawasan Pasar Oeba. Fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk menampung hasil tangkapan yang dibeli dari para nelayan lokal yang selanjutnya dibekukan sebelum didistribusikan ke sejumlah daerah, diantaranya Surabaya dan Jakarta, dengan komoditas utama berupa ikan kakap dan kerapu.

Usai melakukan peninjauan di Pasar Oeba, rombongan yang dipimpin Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma melanjutkan inspeksi mendadak ke Pasar Kasih Naikoten. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok sekaligus memantau stabilitas harga di pasaran menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Di pasar tersebut, Wakil Gubernur memantau langsung harga dan ketersediaan berbagai komoditas kebutuhan pokok, mulai dari buah-buahan, sayuran, bawang merah, bawang putih, ayam, hingga telur. Selain meninjau lapak para pedagang, ia juga berdialog dengan sejumlah pedagang untuk mendengar secara langsung kondisi perdagangan serta berbagai aspirasi mereka, termasuk terkait fasilitas pasar yang diharapkan dapat terus ditingkatkan.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga sejumlah komoditas terpantau relatif stabil dan masih dalam kondisi terkendali meskipun beberapa komoditas mengalai kenaikan namun masih dibatas wajar. Wakil Gubernur mengingatkan para pedagang agar tidak melakukan penimbunan barang yang dapat memicu kelangkaan barang di pasar. Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan, sehingga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran tetap terjaga serta tidak memicu kenaikan inflasi di daerah.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berharap melalui kegiatan pemantauan ini, kondisi harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di pasar tetap stabil menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional. Pemerintah juga mendorong seluruh pihak, baik pedagang maupun distributor, untuk terus menjaga kelancaran distribusi sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

#Sidak #AyobangunNTT #TPIDNTT #BiroPAP #SetdaNTT