SIDAK TPID Kupang: Stok LPG, Beras, dan Minyakita Dipastikan Aman Jelang Idul Fitri 2026

ANALIS EKONOMI MIKRO DAN MAKROEKONOMI MAKROEKONOMI MIKRO

Yuni Rahmawati

3/12/20262 min read

Kupang — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan lapangan (sidak) pada Kamis, 12 Maret 2026, di sejumlah titik strategis di Kota Kupang. Kegiatan sidak dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Provinsi NTT dengan didampingi oleh Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya, Kepala dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Kepala Biro Administrasi Pimpinan dan bersama jajaran staf. Kegiatan ini juga melibatkan Perum Bulog, Satgas Pangan Polda dan Bank Indonesia sebagai bagian dari unsur TPID.

Kegiatan tersebut menyasar Distributor LPG di Alak, Gudang Bulog, serta Pelabuhan Peti Kemas Tenau guna memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dari hasil pemantauan di Distributor LPG Alak, diketahui bahwa terjadi keterlambatan pengiriman LPG yang disebabkan oleh cuaca ekstrem serta antrean peti kemas di pelabuhan asal di Surabaya. Selain itu, terjadi kenaikan harga sewa peti kemas akibat banyaknya kontainer kosong yang tertahan di Kupang dan belum kembali ke Surabaya.

Meski demikian, proses bongkar muat di Pelabuhan Kupang terpantau berjalan lancar tanpa kendala teknis. Dalam waktu dekat, dipastikan akan ada tambahan pasokan lebih dari 1.000 tabung LPG sehingga kebutuhan menjelang libur dan Hari Raya Idul Fitri yang diperkirakan mencapai 3.000 hingga 4.000 tabung dapat terpenuhi.

Untuk mengatasi potensi kelangkaan, pemerintah mengarahkan agar SPPG atau dapur MBG serta pelaku usaha HOREKA (hotel, restoran, dan kafe) menggunakan tabung LPG berkapasitas 50 kilogram yang lebih sesuai untuk kebutuhan skala besar. Selain itu, outlet penjualan LPG juga diimbau untuk membatasi pembelian maksimal satu tabung per pembeli guna mencegah panic buying dan penimbunan.

Sementara itu, dari hasil pemantauan di Gudang Bulog, stok beras di wilayah Kupang tercatat mencapai 23.000 ton yang terdiri dari beras SPHP, beras premium, beras jatah PNS, serta Cadangan Beras Pemerintah. Jumlah tersebut dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama lima hingga enam bulan ke depan.

Ketersediaan Minyakita juga terpantau stabil dengan stok sekitar 200 ribu liter di Gudang Alak yang difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Namun demikian, pengiriman tambahan Minyakita dari Surabaya sebanyak 2,8 juta liter masih menghadapi kendala distribusi akibat keterbatasan kontainer serta faktor cuaca yang memengaruhi proses pengiriman.

Bulog juga melaporkan bahwa bantuan pangan berupa beras kemasan 10 kilogram dan 5 kilogram telah didistribusikan di wilayah Kupang. Namun untuk komoditas Minyakita, pendistribusian belum sepenuhnya merata di seluruh titik di Kota Kupang.

Dalam kesempatan tersebut, Bulog mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat memfasilitasi pembangunan atau penyediaan infrastruktur gudang di beberapa kabupaten strategis seperti Manggarai, Ruteng, dan Sikka. Infrastruktur ini diharapkan dapat digunakan sebagai gudang sewa guna mengantisipasi keterlambatan distribusi pada musim tertentu. Bulog juga didorong untuk menyerap hasil produksi dari daerah surplus beras seperti Kabupaten Manggarai sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung swasembada beras nasional.

Sementara itu, hasil pemantauan di Pelabuhan Peti Kemas Tenau menunjukkan bahwa seluruh unit RTG (Rubber Tyred Gantry/Crane) yang sebelumnya mengalami kerusakan pada Januari lalu kini telah diperbaiki dan beroperasi normal 100 persen. Proses distribusi hasil bongkar muat di pelabuhan juga berjalan lancar berkat sinergi antara pihak pelabuhan dan para distributor. Saat ini terdapat tujuh perusahaan pelayaran peti kemas yang menangani distribusi logistik dengan spesialisasi muatan tertentu, seperti perusahaan pelayaran yang khusus menangani distribusi LPG.

Pihak pelabuhan juga menyarankan agar identifikasi manifest barang dari pelabuhan asal di Surabaya dapat dilakukan lebih jelas sehingga prioritas bongkar muat dapat ditentukan berdasarkan kebutuhan mendesak masyarakat di Nusa Tenggara Timur. Selain itu, diharapkan Dinas Perhubungan dapat membantu melakukan koordinasi lintas wilayah dengan otoritas pelabuhan di Surabaya guna menjamin kelancaran arus kontainer menuju NTT.

Secara umum, hasil pemantauan TPID menunjukkan bahwa stok bahan pokok strategis di Kota Kupang dalam kondisi aman dan distribusi tetap berjalan, meskipun masih terdapat beberapa kendala logistik yang perlu diantisipasi menjelang hari besar keagamaan.

#NTTBagaya #Sidak #gubernurNTT #Inflasi #HBKN